Meneguhkan keterlibatan praktik seni kontemporer global melalui pameran tahunan yang berbasis di Bali, Indonesia.

Berasal dari kesadaran atas posisi elemen budaya dan historis juga praktik multidisiplin yang maju, ARTBALI adalah representasi dari praktik seni kontemporer dan penemuan terkini.
Meneguhkan keterlibatan praktik seni kontemporer global melalui pameran tahunan yang berbasis di Bali, Indonesia.

Berasal dari kesadaran atas posisi elemen budaya dan historis juga praktik multidisiplin yang maju, ARTBALI adalah representasi dari praktik seni kontemporer dan penemuan terkini.

SPECULATIVE MEMORIES

Berangkat dari gagasan mengenai penggalian narasi di garis waktu asal muasal dan kesejarahan dalam berbagai pendekatan yang ditafsir dalam ‘ingatan-ingatan spekulatif’. Gagasan ini tidak lepas dari penyajian realita yang dikonstruksi oleh metode kognitif dan empiris. Sementara ingatan seringkali lahir dengan kenyataan yang berbeda, dicatat dan kemudian menjadi perwujudan dan pemahaman berbeda serta memungkinkan hadir kembali di satu ruang yang sama. Tetapi juga seringkali melahirkan paradoks, karena suatu ingatan tentang hal-hal tiba-tiba dapat menjadi sebuah kontradiksi.

Spekulatif adalah tindakan mencari kemungkinan untuk bereksperimen, mengeksplorasi, deformasi, reposisi, dan banyak lagi. Secara alami, ingatan lahir secara yang neurotis, baik pada manusia dan semua makhluk hidup. Namun ingatan juga merupakan perpanjangan dari keberadaan. Didukung oleh teknologi untuk hidup di zaman modern, dimana ingatan telah terintegrasi dengan mesin, komputer dan internet (cybernetic).

Dalam dunia yang serba transparan dan tanpa batas di era-siber, mesin, robot, artifisial intelijen dan sistem kode algoritma yang menyokong otomasi pada fungsi sehari-hari, sekonyong – konyong dunia terbuka lebar dan memberikan banyak pengetahuan, informasi yang seolah baru dan hal-hal yang tersembunyi. Tetapi disisi lain , banyak muncul kekhawatiran kepada persoalan – persoalan yang mendasar dalam nilai-nilai kemanusiaan: sehingga berdampak pada kelahiran neo-konservatisme.

Karya-karya yang ditampilkan pada pameran ini telah melahirkan peristiwanya sendiri. Ia membentuk realitasnya dengan berbagai penggalian kemungkinan. Dan ingatan atas garis waktu yang lampau memiliki perspektif yang tidak melulu dinyatakan oleh kekuasaan yang besar, tetapi menampilkan potongan kisah-kisah kecil yang telah terpendam, terhanyut, tersangkut dan dapat tergali kembali, ditemukan dan dihadirkan saat ini bersama kita. Dari sini, kita dapat melihat bersama berbagai kisah dan kenyataan yang tidak melulu linier, kerap kali liris tapi berperan bersama dalam menubuhkan perjalanan atas kemanusiaan dan hidup bersama.

Berangkat dari gagasan mengenai penggalian narasi di garis waktu asal muasal dan kesejarahan dalam berbagai pendekatan yang ditafsir dalam ingatan-ingatan spekulatif. Gagasan ini tidak lepas dari penyajian realita yang dikonstruksi oleh metode kognitif dan empiris. Sementara ingatan seringkali lahir dengan kenyataan yang berbeda, dicatat dan kemudian menjadi perwujudan dan pemahaman berbeda serta memungkinkan hadir kembali di satu ruang yang sama. Tetapi juga seringkali melahirkan paradoks, karena suatu ingatan tentang hal-hal tiba-tiba dapat menjadi sebuah kontradiksi.

Spekulatif adalah tindakan mencari kemungkinan untuk bereksperimen, mengeksplorasi, deformasi, reposisi, dan banyak lagi. Secara alami, ingatan lahir secara yang neurotis, baik pada manusia dan semua makhluk hidup. Namun ingatan juga merupakan perpanjangan dari keberadaan. Didukung oleh teknologi untuk hidup di zaman modern, dimana ingatan telah terintegrasi dengan mesin, komputer dan internet (cybernetic).

Dalam dunia yang serba transparan dan tanpa batas di era-siber, mesin, robot, artifisial intelijen dan sistem kode algoritma yang menyokong otomasi pada fungsi sehari-hari, sekonyong konyong dunia terbuka lebar dan memberikan banyak pengetahuan, informasi yang seolah baru dan hal-hal yang tersembunyi. Tetapi disisi lain , banyak muncul kekhawatiran kepada persoalan persoalan yang mendasar dalam nilai-nilai kemanusiaan: sehingga berdampak pada kelahiran neo-konservatisme.

Karya-karya yang ditampilkan pada pameran ini telah melahirkan peristiwanya sendiri. Ia membentuk realitasnya dengan berbagai penggalian kemungkinan. Dan ingatan atas garis waktu yang lampau memiliki perspektif yang tidak melulu dinyatakan oleh kekuasaan yang besar, tetapi menampilkan potongan kisah-kisah kecil yang telah terpendam, terhanyut, tersangkut dan dapat tergali kembali, ditemukan dan dihadirkan saat ini bersama kita. Dari sini, kita dapat melihat bersama berbagai kisah dan kenyataan yang tidak melulu linier, kerap kali liris tapi berperan bersama dalam menubuhkan perjalanan atas kemanusiaan dan hidup bersama.

ARTIST



Sebanyak 32 seniman dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali, serta internasional hadir di ARTBALI 2019 dengan karya-karya seni rupa kontemporer terbaiknya.



Sebanyak 32 seniman dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali, serta internasional hadir di ARTBALI 2019 dengan karya-karya seni rupa kontemporer terbaiknya.

PROGRAM


ARTBALI adalah sebuah platform bagi para seniman lokal dan internasional untuk menampilkan karya-karya seni mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Melalui karya-karyanya, para seniman yang diundang oleh ARTBALI akan merepresentasikan perkembangan praktik seni rupa mutakhir dalam kaitannya dengan perubahan sosial-politik dan budaya, baik secara nasional maupun internasional.

ARTBALI adalah sebuah platform bagi para seniman lokal dan internasional untuk menampilkan karya-karya seni mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Melalui karya-karyanya, para seniman yang diundang oleh ARTBALI akan merepresentasikan perkembangan praktik seni rupa mutakhir dalam kaitannya dengan perubahan sosial-politik dan budaya, baik secara nasional maupun internasional.
Bali Arts Road merupakan salah satu rangkaian program Art Bali 2019 yang berperan sebagai media publikasi integral untuk menginformasikan beragam agenda kesenian yang berlangsung selama bulan Oktober - Desember 2019. Kami ingin melibatkan galeri seni, artspace, studio seniman, komunitas kreatif, co-working space dan kantong seni budaya lainnya untuk mengadakan kegiatan yang akan mendukung pelaksanaan Art Bali selama kurang lebih 3 bulan penuh. Tahun 2019 ini, Bali Arts Road melakukan kolaborasi program bersama dengan Cush Cush Gallery.
Bali Arts Road merupakan salah satu rangkaian program Art Bali 2019 yang berperan sebagai media publikasi integral untuk menginformasikan beragam agenda kesenian yang berlangsung selama bulan Oktober - Desember 2019. Kami ingin melibatkan galeri seni, artspace, studio seniman, komunitas kreatif, co-working space dan kantong seni budaya lainnya untuk mengadakan kegiatan yang akan mendukung pelaksanaan Art Bali selama kurang lebih 3 bulan penuh. Tahun 2019 ini, Bali Arts Road melakukan kolaborasi program bersama dengan Cush Cush Gallery.