Agung Mangu Putra

Lukisan "Puputan Badung, The Fall of Kingdom 1906" karya Agung Mangu Putra yang dibuat tahun 2015 merupakan upaya penggambaran ulang atas peristiwa bersejarah di Denpasar, Bali. Ia tertarik kepada subyek sejarah masa perang karena terkait dengan sejarah keluarganya, terutama ayah dan pamannya, yang kemudian ia tuangkan dalam serial karya bertema "sejarah". Lukisannya tentang perang puputan mengingatkan kembali pendudukan Belanda atas kerajaan Badung yang membawa kepedihan yang luas dan mendalam, banyak keluarga kerajaan dibunuh dan bunuh diri serta seluruh puri Denpasar dibakar hangus. Mangu Putra lahir di Sangeh, Bali tahun 1963. Lulus dari Desain Komunikasi Visual , Institut Seni Indonesia di Yogyakarta pada tahun 1990. Sempat bekerja di bidang desain grafis, hingga pada tahun 1998 ia memutuskan menjadi pelukis yang mandiri. Ia banyak menerima penghargaan, seperti dari Phillip Morris Award tahun 1994, dan Indofood Art Awards tahun 2002,Karya Mangu Putra muncul dari cara pandang kesehariannya yang didasari nilai Hinduisme terutama tiga pilar nilai yakni manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alamnya.
ARTWORK
Puputan Badung, The Fall of Kingdom 1906
190 x 390 cm | Oil on canvas | 2015